Hello World ! Hello Fanneers
Rembulan malam berkelut sendu
Gelap gulitanya tak terisap
Silauan tangisan berteduh dalam gumpalan awan
Angin yang menderu memecah kesunyian
Lampu jalan redup berembun sisinya
Air langit kini mulai mencairkan kegentingan
Nafas diri pun terasa
tak beraturan
Menariknya dalam dan membuangnya dengan cepat
Engkau bagai aksara dalam kata yang tak bisa kutulis
Kertas-kertas berserakan tuk menggoret namamu
Entak mengapa aku tak mampu
Tak berdaya ku mengungkapkannya
Pancaran indah cintamu dalam relung hati
Tatapan mata sang rajawali dalam kiasan hembusan angin
Menatapmu terguyur hujan
Hanya dapat melihat dari kejauhan
Ku mencintaimu dalam diam
Bersama waktu yang kian menua
Beranjak bersama roda yang kian berputar
Menggelinding jauh menciptakan jarak antara kita
Menunggumu.. bagai menunggu pelangi pada musim kemarau
Bagai menunggu sinar mentari di musim salju
Kau tetap dalam diammu bersama prinsip yang kau gengggam
Aku dengan perasaanku bersama keyakinan yang tak pasti
Kelabu, menunggu abu-abu menjadi putih
Dengan alunan kilat yang menggugu
Hatiku berbisik lirih
Perasaaan ini kan tetap sama, dahulu, sekarang dan nanti
Mungkin.. hingga kau menoleh dan tersenyum ke arahku
Berkata “aku mencintaimu”






0 komentar:
Posting Komentar